Amedeo Avogadro: Sang Pengacara Tersesat

               Semua orang yang mempelajari cabang ilmu Kimia pasti mengetahui kontribusi seorang Amedeo Avogadro. Hipotesis yang ia kemukakan sangat terkenal. Namun, hipotesis tersebut tidak serta-merta menjadi salah satu hukum fundamental dalam Kimia. Bahkan pada masa awal publikasinya, banyak yang tidak mempercayainya karena keadaan di Eropa pada masa itu.

               Pada awal abad ke -19, para ahli kimia sepakat tentang apa yang mendasari suatu elemen. Kita mesti berterimakasih pada Lavoisier (yang juga wafat dengan cara yang tragis pada masa Revolusi Prancis). Para ahli kimia mulai memahami bahwa elemen-elemen ini memiliki berat yang konsisten dan menjadi tanda mengundang penyelidikan tentang konsep berat atomik secara lebih jauh.

                Perang pada masa Napoleon dan peristiwa-peristiwa semacamnya yang terjadi antar bangsa melemahkan komunikasi para ilmuwan dan komunitas-komunitas ilmuwan. Hal di diperburuk dengan ‘ketidakmauan’ alih-alih keegoisan untuk berbagi info karena mereka menginginkan hak ‘penuh’ atas ide-ide mereka. Bahkan, dua dari tiga pemikir utama pada masa itu, yaitu Dalton dan Gay-Lussac sama sekali tidak antusias terhadap hasil kerja satu sama lain. Mereka tidak melihat bahwa kombinasi antara pengukuran berat dan volume dapat dilakukan. Kehadiran Berzelius pun lebih banyak berkutat dengan pemikirannya sendiri.

Amedeo Avogadro: Sketsa Singkat Perjalanan Hidupnya

Sumber: en.wikipedia.org
Sumber: en.wikipedia.org

                Amedeo Avogadro lahir pada 9 Agustus 1776 dalam sebuah keluarga bangsawan di Turin, Italia. Ayahnya adalah Count Filippo Avogadro dan ibunya bernama Anna Maria Vercelli. Berdasar pada kebangsawanannya, nama lengkap Avogadro adalah Lorenzo Romano Amedeo Carlo Avogadro, Conte di Queregna e di Cerreto. Keluarga besarnya merupakan praktisi hukum secara turun-temurun. Ayahnya dikenal sebagai pengacara dan seorang pegawai negeri, melayani negeri sebagai seorang senator dari Piedmont yang pada akhirnya menjadi presiden senat. Dengan latar belakangnya itu, maka Avogadro masuk ke sekolah hukum dan menjadi sarjana hukum pada usia enam belas tahun. Empat tahun kemudian ia menempuh pendidikan doctoral di bidang hukum gereja.

                Amedeo Avogadro memiliki kesuksesan karier yang luar biasa di bidang hukum hingga pada tahun 1787 ia mendapat gelar yang sama seperti ayahnya. Kemudian pada 1801 ia ditunjuk sebagai sekretaris prefektur untuk distrik administratif di Eridano, dibawah kekuasaan Perancis. Meski begitu, ia memiliki ketertarikan di bidang filsafat alam dan melatih dirinya sendiri di bidang Fisika dan Matematika.

                Pada tahun 1803, ia mulai belajar kelistrikan bersama saudaranya yang waktu itu bekerja sebagai hakim, Felice, yang mungkin terinspirasi dari kompatriotnya, Galvani (1737-1798) dan Volta (1745-1827). Ini menjadikan Amedeo dan Felice sebagai nomine dari Royal Academy of Sciences di Turin. Lalu Amedeo ditunjuk sebagai Demonstrator di Royal College of Turin pada tahun 1806. Tiga tahun kemudian, ia menjadi Professor Filsafat Alam di Royal College of Vercelli dan mengajar Fisika dan Matematika.

                Amedeo mempublikasikan hipotesisnya yang kini sangat terkenal itu pada 1811. Tahun 1820, terbentuk bidang Matematika Fisika di University of Turin dengan Amedeo sebagai ketua pertamanya. Ia kehilangan posisi ini pada 1822 karena pergolakan politik yang terjadi saat itu namun berhasil didapatkannya kembali pada 1834 hingga masa pensiunnya.

                Pasca publikasi hipotesisnya di tahun 1811, Amedeo pun menulis esai di bidang kepadatan (densitas) gas yang berjudul dalam bahasa Inggris ‘Note on the Relative Masses of Elementary Molecules, or Suggested Densities of Their Gases, and on the Constituents of Some of Their Compounds, As a Follow-up to the Essay on the Same Subject. Pada tahun 1821, ia menulis dua paper lagi, yaitu ‘New Considerations on The Theory of Proportions Determined in Combinations, and on Determination of the Masses of Atoms’ dan ‘Note on the Manner of Finding the Organic Composition by the Ordinary Laws of Determined Proportions,’ dan paper tentang teori kombinasi lainnya pada 1841 yang ditulis dalam empat volume.

                Pada tahun 1860, para ilmuwan telah mengerti dengan baik tentang elemen. Teknik yang baik untuk analisis elemen pun telah ditemukan. Sekitar tahun 1855-1859, Stanislav Cannizaro, seorang professor di Genoa yang juga kawan baik Amedeo Avogadro mempelajari hasil kerja Avogadro, yaitu hipotesisnya di tahun 1811.

                Pada saat itu Cannizaro sadar dan memahami pentingnya dan sederhananya dari hipotesa yang dilakukan Avogadro saat itu. Hampir setengah abad berlalu dan ide itu tenggelam begitu lama karena pada masa itu (tahun 1811) Dalton dan Berzelius yang notabene merupakan pemikir utama dominan di Eropa saat itu tidak menerima teori yang diajukan oleh Avogadro karena bertentangan dengan teori mereka. Hal ini diperburuk dengan sulitnya interaksi antar ilmuwan dan komunitasnya di luar Italia.

                Namun, hipotesa Avogadro ini mulai timbul kembali pada 1860 saat Kongres Kimia Internasional pertama kali digelar di Karlsruhe, Jerman. Cannizaro pada waktu itu bersikeras tentang betapa pentingnya hasil kerja Avogadro dan mendemonstrasikannya untuk menunjukkan kegunaannya dalam mengklarifikasi sifat dari elemen, ikatan, atom, dan molekul, terlebih lagi untuk mendapatkan hasil yang akurat tentnag berat dari atom. Hal ini memuluskan langkah Kekule dalam mengembangkan kimia structural dan formulasi tabel periodic bagi Mendeleev.

                Tapi sayangnya, Amedeo tak sempat melihat hipotesanya berubah menjadi suatu hukum. Ia meninggal di Turin pada 9 Juli 1856 dengan meninggalkan seorang istri, Felicita Mazze, dan keenam anak laki-lakinya. Kita patut berterimakasih padanya karena tanpa hasil kerja brilian Avogadro, ilmu kimia belum tentu berkembang sepesat saat ini. Mungkin, sudah menjadi takdir dirinya untuk menjadi pengacara yang tersesat. Setidaknya, Avogadro tersesat di jalan yang tepat.

Referensi:

Murrel, John. n.d. Amedeo and His Constants. sussex.ac.uk, dilihat 31 Agustus 2015 dari sussex.ac.uk/lifesci/chemistry/documents/avogadro.pdf

Nagendrappa, G. 2006. Amedeo Avogadro: Counting Atoms and Moleculesi. umn.edu, dilihat 31 Agustus 2015 dari umn.edu/ships/modules/chem/avogadro.pdf

Novak, Lindsey. n.d. Determining Atomic Wights: The Role of Avogadro’s Hypothesis. famousscientist.org, dilihat 31 Agustus 2015 dari famousscientist.org/amedeo-avogadro/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *